Kini Pembangunan Irigasi Jentreng Gandeng Pengusaha

Irigasi Jentreng. Pemdes, Pengusaha dan Warga Bermusyawarah untuk merevitalisasi sungai Cimandiri

MillionBrainHub.com – Irigasi Jentreng. Harapan warga Desa Padabeunghar, Kabupaten Sukabumi, tentang hidupnya kembali Irigasi Jentreng kini memasuki babak baru. Sayangnya, bukan babak penyelesaian, melainkan babak kesabaran tingkat lanjut — karena pembangunan irigasi yang vital ini belum juga mendapat prioritas dari pemerintah provinsi maupun daerah.

Baca juga : Warga Senang Bendungan Leuwibangga Mau Selesai

Di desa yang hampir 50% lebih warganya berprofesi sebagai petani, air adalah nadi kehidupan. Namun, sudah lebih dari lima tahun Irigasi Jentreng dibiarkan kering. Ironisnya, para petani yang biasa menjual beras kini justru harus membeli beras untuk makan sendiri.

“Dulu kami jual gabah, sekarang malah beli beras. Airnya saja beli, masa nasi juga harus kredit?” ujar salah satu warga sambil tertawa getir.

Irigasi yang Tak Mengalir, Harapan yang Tetap Menetes

Pembangunan Irigasi Jentreng sejatinya merupakan proyek vital dan strategis bagi Desa Padabeunghar. Saluran ini menjadi tumpuan hidup lebih dari 100 hektare lahan pertanian, yang kini nyaris berubah menjadi padang ilalang jika musim kemarau tiba. Bahkan, untuk air minum pun warga harus patungan membeli air tangki.

Namun, di tengah keterbatasan anggaran dan perhatian pemerintah yang seolah “seret seperti aliran irigasi itu sendiri,” warga tak mau tinggal diam. Bertempat di Kantor Desa Padabeunghar, pemerintah desa, ketua pembangunan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta para petani berkumpul — bukan untuk menunggu bantuan turun, tetapi untuk mencari jalan keluar bersama Pengusaha Lokal Desa Padabeunghar.

“Kami sadar, kalau menunggu bantuan bisa sampai anak-cucu. Jadi kami coba cari solusi dari bawah,” ujar Kepala Desa dengan nada setengah serius, setengah pasrah.

Gotong Royong: Teknologi Tertua yang Masih Berfungsi

Di era digital yang serba cepat, Padabeunghar justru mengandalkan teknologi kuno yang terbukti ampuh: gotong royong. Warga berinisiatif memperbaiki sebagian aliran secara swadaya, sementara pemerintah desa terus melobi agar proyek Irigasi Jentreng masuk daftar prioritas.

Harapan mereka sederhana: air mengalir lagi, sawah hijau kembali, dan petani bisa menanam tanpa waswas.

Namun, sampai saat itu tiba, warga hanya bisa menunggu—dengan doa, cangkul, dan ember di tangan.

Totnton Videonya disini : Belum Prioritas Dedi Mulyadi & Asep Japar, Desa Ini Gandeng Pengusaha Untuk Revitalisasi Sungai?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *