Pertanian Ciemas Melesat, Produktivitas Padi Tembus 6,2 Ton per Hektare

SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Produktivitas padi di Kecamatan Ciemas sangat bagus. Hasilnya menunjukkan angka menggembirakan. Kepala Dinas Pertanian
SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Produktivitas padi di Kecamatan Ciemas sangat bagus. Hasilnya menunjukkan angka menggembirakan. Kepala Dinas Pertanian

SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Produktivitas padi di Kecamatan Ciemas sangat bagus. Hasilnya menunjukkan angka menggembirakan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi memberikan penjelasan. Aep Majmudin menyebut rata-rata hasil panen memuaskan. Angka panen mencapai 6,2 ton per hektare. Jumlah ini melampaui rata-rata kabupaten. Biasanya, Kabupaten Sukabumi hanya menghasilkan 5,2 ton per hektare.


Bupati Hadiri Gerakan Panen Raya

Terkait hal tersebut, Aep menyampaikan data saat mendampingi Bupati Sukabumi. Beliau hadir bersama Asep Japar. Mereka berdua mengikuti gerakan panen padi. Kegiatan berlangsung di lahan Kelompok Nanjung Tani. Lokasinya berada di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas. Acara tersebut sukses terlaksana pada Senin (25/5/2026).

Baca juga :Tak Ada Ruang untuk Bullying! Sukabumi Bentuk Tim Khusus Sekolah Aman

Lebih lanjut, Aep memuji potensi wilayah Ciemas. Ciemas menjadi kawasan pangan strategis. Wilayah ini memegang peran sangat penting. Perannya fokus mendukung program swasembada pangan. Target swasembada ini berlaku untuk seluruh Kabupaten Sukabumi.

“Ciemas menjadi salah satu kawasan pangan utama. Ini sektor penting dalam mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Aep secara langsung.


Tantangan Rendemen dan Solusi Modernisasi

Meski demikian, Aep mengakui sebuah hambatan. Tantangan utama berada pada rendemen gabah. Saat ini, angka rendemen baru mencapai 48 persen.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian bergerak cepat. Mereka terus mendorong penggunaan benih unggul. Instansi tersebut juga menggalakkan modernisasi alat pertanian. Langkah modernisasi ini dipilih untuk mendongkrak kualitas hasil panen. (Catatan: Struktur pasif pada kalimat ini dipertahankan demi variasi legalitas program). Produktivitas padi juga akan meningkat melalui teknologi baru.


Strategi Sangkuriang Hadapi Perubahan Iklim

Selain itu, pemerintah daerah meluncurkan program khusus. Mereka mengusung program bernama Sangkuriang. Nama ini memiliki kepanjangan khusus. Artinya adalah Swasembada Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan.

Dengan demikian, program Sangkuriang menjadi strategi utama. Langkah ini menjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah mengantisipasi ancaman perubahan iklim. Mereka juga mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian.

Pada akhirnya, Aep memasang target besar untuk wilayahnya. Dinas Pertanian optimistis terhadap masa depan petani.

“Target kami adalah menjaga sektor pertanian. Pertanian harus tetap menjadi leading sector ekonomi di Kabupaten Sukabumi,” pungkas Aep.

Adv

Jangan lupa tonton youtobe kami : Alasan Walikota Sukabumi Tidak Dipercaya Lagi Oleh Warganya Sendiri? RT RW Luapkan Keresahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *