Aep Majmudin Optimis 2026 Sukabumi Ekspor Beras

H. Aep Majmudin, S.E., M.M. ( Kepala Dinas Pertanian Kab Sukabumi )

MillionBrainHub.com – Optimisme itu akhirnya punya alamat jelas. Aep Majmudin, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa tahun 2026 Sukabumi siap ekspor beras, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto.

Baca juga : Gotong Royong Jadi Sinyal Politik Pembangunan: Ketua DPRD Sukabumi Siapkan Alun-Alun Sagaranten

Tentu saja, optimisme ini tak berdiri sendiri. Ada “restu politik sekaligus moral” dari Asep Japar yang diyakini menjadi bahan bakar tambahan bagi ambisi besar tersebut.

Apakah ini sekadar semangat panen raya yang kebetulan sedang subur, atau memang fondasi pertanian Sukabumi sudah cukup kokoh? Mari kita bedah.

Sukabumi Nomor Dua Nasional, Jagung Terbaik se-Jawa Barat

Tahun 2025 menjadi catatan manis. Kabupaten Sukabumi berhasil meraih posisi kedua produksi padi tingkat nasional. Sebuah pencapaian yang tentu tidak datang dari sekadar doa dan baliho.

Tak berhenti di padi, produksi jagung Sukabumi juga dinobatkan sebagai yang terbaik se-Jawa Barat. Kombinasi ini membuat sektor pertanian Sukabumi seperti sedang berada di musim semi yang panjang.

Secara angka, capaian ini menjadi fondasi narasi besar: kalau sekarang nomor dua, kenapa tidak sekalian ekspor di 2026?

Target Ekspor Beras 2026: Optimisme atau Agenda Besar?

Menurut Aep Majmudin, target ekspor beras bukan sekadar wacana. Arahan Presiden Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa daerah harus ikut mendorong swasembada hingga ekspor.

Secara strategis, ekspor beras berarti:

  • Produksi stabil dan surplus
  • Kualitas gabah dan beras terjaga
  • Rantai distribusi efisien
  • Petani mendapat keuntungan layak

Tentu, publik mafhum bahwa ekspor bukan hanya soal panen melimpah. Ada standar mutu, sertifikasi, hingga stabilitas harga domestik yang harus aman terlebih dahulu.

Namun optimisme tetap dikedepankan. Dalam bahasa birokrasi, ini disebut “proses bertahap”. Dalam bahasa petani, mungkin disebut “asal pupuknya jangan telat”.

Tak Hanya Padi dan Jagung, Kopi dan Kelapa Ikut Didorong

Menariknya, Aep menegaskan bahwa prioritas pertanian Sukabumi tidak hanya bertumpu pada padi dan jagung. Kopi dan kelapa juga masuk radar peningkatan produktivitas.

Diversifikasi ini penting. Ketika harga satu komoditas goyah, komoditas lain bisa menjadi penopang. Dan Sukabumi memang punya potensi agroklimat yang mendukung.

Dorongan ini mencakup:

  • Peningkatan produktivitas lahan
  • Akses benih unggul
  • Dukungan pupuk
  • Penyediaan alsintan (alat dan mesin pertanian)

Walau demikian, Aep mengingatkan bahwa pemenuhan kebutuhan dilakukan bertahap sesuai usulan petani. Artinya, tidak semua bisa langsung tersedia sekaligus — karena realitas anggaran tak selalu seindah rencana panen.

Pesan untuk Petani: Jangan Ragu Datang ke Penyuluh

Aep Majmudin juga menyampaikan pesan langsung kepada para petani Sukabumi:

Silakan datang ke penyuluh untuk memenuhi segala kebutuhan pertanian.

Mulai dari benih, pupuk, hingga alsintan, pemerintah daerah membuka ruang komunikasi. Dalam teori, inilah model pertanian modern berbasis pendampingan.

Dalam praktiknya? Tentu efektivitas sangat bergantung pada koordinasi, distribusi, dan kecepatan respons di lapangan.

Antara Harapan dan Realitas

Target ekspor beras 2026 adalah pernyataan besar. Sukabumi sudah punya modal produksi. Dukungan politik dari pusat hingga daerah pun terlihat solid.

Namun publik tentu berharap lebih dari sekadar optimisme konferensi pers.

Ekspor beras bukan hanya soal surplus, tetapi juga:

  • Harga gabah yang stabil untuk petani
  • Distribusi pupuk tepat waktu
  • Infrastruktur irigasi yang prima
  • Perlindungan dari fluktuasi pasar

Jika semua itu berjalan selaras, bukan tak mungkin Sukabumi benar-benar mengirim berasnya melintasi batas negara.

Dan jika 2026 benar-benar tercapai, mungkin saat itu petani Sukabumi tak hanya panen padi — tapi juga panen pengakuan.

Tonton video lengkap penjelasan Aep Majmudin mengenai target ekspor beras 2026 dan strategi pertanian Sukabumi di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *