MillionBrainHub.com – Jika dulu layanan kesehatan sering jadi cerita panjang bak sinetron 200 episode, kini Kecamatan Jampang Tengah mencoba memotong dramanya. Camat Jampang Tengah, Chaerul Ichwan, menegaskan bahwa “tidak ada lagi warga tidak mampu yang tidak dapat berobat. Dan Semua Pelayanan Pemerintahan Gratis” Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan yang juga dihadiri Kepala UPTD Dukcapil Wilayah Jampang Tengah, Pendi Supriatna, perwakilan Team Ambulance Pajampangan (TAJAM) Ali, serta unsur Puskesos Desa Pa Dadi.
Baca Juga : Bumdes Desa Sindang Resmi Kelola Dapur MBG?
Sekilas terdengar seperti tagline kampanye, tapi faktanya memang ada gerakan serius dari berbagai pihak agar layanan dasar benar-benar dirasakan warga.
Administrasi Kependudukan: Jangan Datang Kalau Lagi Panik Saja
Dalam acara tersebut, masyarakat kembali diingatkan untuk datang ke UPTD Dukcapil memperbarui data kependudukan. Bukan menunggu sampai “butuh banget baru lari-lari datang”.
Karena pada akhirnya, administrasi kependudukan adalah pondasi dari segala pelayanan dasar—mulai dari kesehatan, bantuan sosial, hingga program perlindungan pemerintah.
“Kalau butuh BPJS, Puskesos di setiap desa siap bantu. Mau itu BPJS, KIS, atau PBI—semua bisa diproses,” ujar pihak Puskesos. Intinya, tidak perlu bingung, tidak perlu merasa sendirian. Pemerintah mengusahakan agar warga Jampang Tengah merasakan betul bahwa negara hadir, meskipun kadang hadirnya pakai sandal jepit karena dikejar waktu.
Pak Ali: Pengemudi Ambulans dengan Gaji Tipis, Tapi Hatinya Tebal
Bagian paling manusiawi datang dari cerita Pak Ali, driver Ambulance Pajampangan (TAJAM). Anggarannya? “Tidak seberapa.” Tapi semangat kemanusiaannya? Tak terhingga.
Ia menceritakan bahwa tidak jarang pasien yang diantar tidak tahu apa yang harus dilakukan di rumah sakit. Kadang BPJS tidak aktif, kadang KTP pun tidak ada, dan kadang hanya ada wajah panik yang berharap semuanya cepat selesai.
Daripada hanya mengeluh soal kurangnya anggaran, Pak Ali memilih cara yang lebih elegan: berinisiatif berkolaborasi dengan UPTD Dukcapil, Puskesos, dan pihak Kecamatan. Tujuannya jelas—agar kondisi darurat tidak berubah menjadi drama administratif.
“Kami tidak mau ada lagi warga Jampang Tengah yang tidak merasakan pemerintahan,” tegasnya.
Di era ketika banyak orang sibuk mengeluhkan fasilitas, Pak Ali justru sibuk memastikan setiap warga ditangani, meski kadang bensin harus ditutup dengan patungan atau doa ekstra.
Sebuah Pesan untuk Warga Jampang Tengah
Pemerintah, relawan, dan para petugas desa sudah kompak bergerak. Tinggal warganya yang diharapkan proaktif memperbarui dokumen, memeriksa BPJS, dan mengurus administrasi sebelum keadaan mendesak.
Karena pada akhirnya, kesehatan adalah kebutuhan, dan administrasi adalah kuncinya.
Untuk melihat pernyataan lengkap dan suasana acara, tonton videonya di sini.














