Petani Milenial Sukabumi Dorong Desa Wisata Stroberi di Cisarua Sukaraja

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Mulia di Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Jumat (10/4/2026). |Foto: ist
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Mulia di Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Jumat (10/4/2026). |Foto: ist

SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Pengembangan desa wisata stroberi Sukabumi terus didorong sebagai bagian dari inovasi pertanian modern di daerah. Langkah ini terlihat saat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Mulia di Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Jumat (10/4/2026).

Inovasi Pertanian dan Wisata Mulai Terlihat

Dalam kunjungan tersebut, Aep meninjau langsung pengembangan tanaman stroberi yang dilakukan para petani. Selain itu, ia juga melihat konsep desa wisata yang mulai dirintis oleh kelompok tani setempat.

Baca juga :Kolaborasi Diperkuat, Distan Sukabumi Pacu Swasembada Pangan Berkelanjutan

Menurutnya, langkah ini sangat strategis karena menggabungkan sektor pertanian dan pariwisata. Dengan demikian, petani tidak hanya mengandalkan hasil panen, tetapi juga memperoleh tambahan pendapatan dari sektor wisata.

“Kelompok tani ini mengembangkan tanaman stroberi dan menginisiasi menjadi desa wisata. Ini langkah yang sangat baik,” ujarnya.

Edukasi Jadi Nilai Tambah

Selanjutnya, Aep menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata stroberi Sukabumi tidak hanya fokus pada produksi. Sebaliknya, konsep ini juga membuka peluang edukasi bagi masyarakat luas.

Oleh karena itu, generasi muda, khususnya petani milenial, dapat belajar langsung tentang budidaya stroberi. Bahkan, mereka bisa memahami proses pertanian dari awal hingga panen secara praktik.

Pusat Pelatihan Petani Milenial

Ke depan, lokasi ini akan dikembangkan sebagai pusat pelatihan swadaya. Para petani milenial dapat datang untuk belajar langsung dari praktisi berpengalaman seperti Pak Saiful dan Pak Lutfi.

“Rekan-rekan petani milenial yang ingin belajar tanaman hortikultura, khususnya stroberi, bisa datang ke sini,” tambahnya.

Pembinaan Akan Terus Dilakukan

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi memastikan pembinaan terhadap gapoktan di wilayah Cisarua Goapara akan terus berjalan. Pendampingan dilakukan agar pengembangan desa wisata ini semakin optimal.

Selain itu, kolaborasi antara petani dan penyuluh juga diperkuat guna meningkatkan kualitas produksi serta manajemen wisata.

Target Jadi Destinasi Wisata Edukasi

Aep optimistis kawasan ini segera berkembang menjadi destinasi unggulan. Bahkan, desa wisata ini ditargetkan mulai berjalan dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan.

“Insyaallah dalam waktu dekat ini bisa menjadi desa wisata. Jadi, petani bisa belajar dan masyarakat juga bisa berwisata,” ungkapnya.

Dorong Ekonomi dan Pariwisata Daerah

Sebagai hasilnya, pengembangan desa wisata stroberi Sukabumi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Di sisi lain, sektor pariwisata daerah juga akan ikut terdorong.

Dengan demikian, Sukabumi berpeluang memiliki destinasi wisata baru yang tidak hanya menarik, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan.

Adv

Jangan lupa tonton channel YouTube MillionBrain : Pengusaha dan Pekerja Wajib Tonton! Hak dan Kewajiban Pemerintah Dibongkar disni?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *