Retribusi Enam Destinasi Wisata Pemkab Sukabumi Capai Rp21 Juta dalam Sepekan

Mojang Kabupaten Sukabumi Tahun 2024, Lalitya Vinanggie Rahayu Andiri, saat menyampaikan hasil pendapatan retribusi mewakili Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. |Foto: dispar
Mojang Kabupaten Sukabumi Tahun 2024, Lalitya Vinanggie Rahayu Andiri, saat menyampaikan hasil pendapatan retribusi mewakili Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. |Foto: dispar

SUKABUMI, Millionbrainhub.com – Enam objek wisata milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi berhasil menyumbang retribusi sebesar Rp21.016.000. Angka fantastis ini terhimpun hanya dalam sepekan, yakni periode 3 hingga 9 Agustus 2026.

Mojang Kabupaten Sukabumi 2024, Lalitya Vinanggie Rahayu Andiri, menyampaikan kabar gembira ini mewakili Dinas Pariwisata. Ia merinci, wisata Pondok Halimun menjadi penyumbang terbesar dengan angka Rp5.560.000. Selanjutnya, Geyser Cisolok menyetor Rp4.147.000 dan Curug Cikaso menyumbang Rp3.335.000. Sementara itu, Curug Sodong meraih Rp2.770.000, Pantai Minajaya Rp1.145.000, serta Cinumpang sebesar Rp905.000.

Lalitya menjelaskan, total pendapatan tersebut dipotong alokasi asuransi pengunjung sebesar Rp3.154.000. “Total retribusi dari enam objek wisata sebesar Rp21.016.000. Setelah dikurangi alokasi asuransi, pemasukan bersih ke Kas Daerah sebesar Rp17.862.000,” ujar Lalitya.

Baca juga : Tujuh Fraksi DPRD Sukabumi Soroti Penyertaan Modal Pesona Pariwisata, Nilainya Belum Diputuskan

Secara kumulatif, pendapatan retribusi pariwisata sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 telah menembus Rp891.103.000. Capaian ini terdiri atas Retribusi Rekreasi sebesar Rp876.303.000 dan Hasil Kerja Sama Barang Milik Daerah Rp14.800.000.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata berkomitmen menjaga transparansi pengelolaan dana tersebut. Lalitya menegaskan pihaknya akan menutup rapat setiap celah kebocoran anggaran. “Kami bertekad menjaga setiap titipan wisatawan agar utuh masuk ke kas daerah tanpa celah,” tegasnya.

Selanjutnya, dana ini bakal kembali ke masyarakat dalam bentuk perbaikan fasilitas umum. Pemerintah siap membenahi sarana wisata agar kawasan rekreasi makin bersih, aman, dan berkesan.

Akhirnya, Lalitya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor demi menciptakan ekosistem wisata yang ideal. “Melalui koordinasi dengan dinas pengampu jalan, penerangan, sampah, dan pihak swasta, kita dapat berkolaborasi menghadirkan kemanfaatan,” pungkasnya.

Adv

Tonton juga : BAGAIMANA MEWAKILI RAKYAT ?Hasil Musyawarah Partai Pun Sampai Dikhianati? Marwan Hamami Buka Suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *