Bupati Sukabumi Dorong Dapur MBG Pakai Bahan Lokal

Kunjungan Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas di Dapur SPPG Mubarakah Kecamatan Sukabumi

MillionBrainHub.com — Kunjungan Bupati Sukabumi, Asep Japar, ke Dapur Mubarakah di Kecamatan Gegerbitung awalnya berjalan hangat dan penuh semangat gotong royong. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat dibahas penuh optimisme sebagai solusi penguatan ekonomi masyarakat daerah.

Baca juga : Komisi I DPRD Sukabumi Evaluasi HGU Kedaluwarsa, Dorong Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat

Namun seperti biasa, di negeri +62, sesi paling menarik bukan sambutan pejabatnya. Melainkan sesi tanya jawab. Karena di situlah realita kadang muncul tanpa filter dan tanpa bantuan tim pencitraan.

Bupati Sukabumi Minta Dapur MBG Wajib Gunakan Bahan Baku Lokal

Dalam kunjungannya, Asep Japar menegaskan bahwa seluruh dapur MBG di Kabupaten Sukabumi harus memprioritaskan bahan baku lokal. Mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga produk UMKM daerah.

Menurutnya, program MBG jangan hanya menjadi proyek distribusi makanan, tetapi juga harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal.

“Diharapkan terjadi perputaran ekonomi tertutup di daerah masing-masing,” ujar Asep.

Artinya, uang negara yang masuk lewat program MBG tidak langsung kabur keluar daerah seperti mantan yang hilang setelah dipinjamin motor.

Asep menjelaskan bahwa selama ini banyak petani lokal kesulitan menjual hasil panennya. Dengan adanya Koperasi Merah Putih, hasil tani dan produk UMKM diharapkan bisa terserap untuk kebutuhan dapur MBG.

Skemanya terdengar ideal: petani menanam, koperasi menyalurkan, dapur memasak, masyarakat menikmati. Minimal kali ini yang muter bukan cuma proposal bantuan.

Dukung Program Presiden Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, Asep Japar juga menyatakan dukungannya terhadap program Presiden Prabowo Subianto, terutama Dapur MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, program-program tersebut sangat membantu masyarakat daerah, terutama warga desa yang selama ini sering merasa pembangunan hanya lewat baliho dan pidato peresmian.

Ia berharap program nasional ini benar-benar mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat bawah.

Wakil Bupati Andreas: Semua Harus Profesional

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan program MBG.

Ia meminta semua pihak yang terlibat, mulai dari investor, yayasan, mitra, pengelola hingga relawan, bekerja secara profesional agar anggaran negara tidak bocor di tengah jalan.

“Kita harus berkomitmen untuk profesional. Saya yakin mulai dari investornya, yayasannya, mitranya, pengelolanya, relawannya pun harus profesional,” ujar Andreas.

“Jangan sampai anggaran negara ada yang bocor dan tidak sampai ke menu makanan,” tambahnya.

Kalimat yang langsung membuat sebagian hadirin mungkin refleks mengecek grup WhatsApp proyek.

Sesi Tanya Jawab Mendadak Jadi “Curhat Infrastruktur”

Saat sesi tanya jawab dimulai, suasana yang tadinya formal mendadak berubah lebih hidup.

Seorang guru yang hadir memberanikan diri menyampaikan pertanyaan yang mungkin sudah lama mengendap di hati warga Gegerbitung.

“Pak Bupati, apakah pembangunan jalan di Kecamatan Gegerbitung akan segera dibangun? Tidak hoaks kan pak?” tanyanya.

Pertanyaan itu langsung disambut riuh hadirin. Sebagian tertawa, sebagian tepuk tangan, dan sebagian lagi mungkin dalam hati berkata: akhirnya ada yang ngomong juga.

Karena di banyak daerah, janji pembangunan jalan memang sudah seperti trailer film. Teasernya sering muncul, tapi tanggal tayangnya kadang misterius.

Jawaban Bupati Jadi Sorotan Warga

Mendapat pertanyaan tersebut, Asep Japar tetap tersenyum dan mencoba menjawab dengan tenang di hadapan masyarakat yang hadir.

Jawaban lengkap Bupati Sukabumi terkait pembangunan jalan di Kecamatan Gegerbitung kini menjadi perhatian warga dan ramai diperbincangkan.

Apakah pembangunan jalan benar-benar akan direalisasikan? Atau kembali masuk daftar “segera” yang definisinya bisa lebih panjang dari musim sinetron Ramadan?

Tonton video selengkapnya di sini: Seru ! Ultimatum Bupati : SPPG Harus Ambil Bahan Lokal. Hingga Guru Menagih Janji Perbaikan Jalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *