MillionBrainHub.com – Agenda Muhibbah Ramadhan di Masjid Jami Baeturrohman menjadi magnet tersendiri bagi warga Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat. Bukan hanya karena nuansa Ramadhan yang khidmat, tetapi juga karena kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi beserta jajaran pemerintahan daerah.
Baca juga : Akuntan SPPG : Saya Diminta Berhenti Oleh Mitra Yayasan
Antusiasme warga terlihat jelas. Sejak sore, halaman masjid dipadati masyarakat yang ingin melihat langsung para pejabat. Dan, kabar baik bagi warganet: ternyata wajah para pejabat memang sama seperti yang beredar di media sosial—tidak beda filter, tidak beda angle.
Bupati Asep Japar Paparkan Capaian 1 Tahun Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan sejumlah capaian selama satu tahun masa kepemimpinannya. Beberapa poin yang disorot antara lain:
- Pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu)
- Penurunan angka kemiskinan
- Upaya peningkatan pelayanan publik
Namun, di tengah paparan capaian tersebut, Asep Japar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pembangunan belum sepenuhnya maksimal.
“Masih ada jalan yang belum diperbaiki,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Kalimat yang disambut anggukan warga—karena memang, di beberapa titik, suspensi kendaraan masih bekerja lebih keras daripada dinas terkait.
Jangan Salah Kirim Aspirasi, Ini Orangnya
Menariknya, dalam momen yang cukup cair, Bupati Asep Japar memperkenalkan langsung para kepala perangkat daerah yang hadir. Tujuannya sederhana: agar warga tidak salah alamat saat menyampaikan aspirasi.
“Nah ini Pak Uus, Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Ibu-ibu, bapak-bapak, kalau di daerahnya ada jalan rusak dan butuh pemeliharaan, silakan ke bapak ini ya,” ujar Asep Japar.
Pesan ini disampaikan dengan nada ringan, namun sarat makna. Sebab, menurutnya, jangan sampai aspirasi jalan rusak justru disampaikan ke Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
“Jangan sampai aspirasi jalan rusak malah ke dr Gatot,” selorohnya, yang disambut senyum hadirin.
Secara satir namun elegan, pesan itu menegaskan pentingnya tata kelola birokrasi yang tepat sasaran. Aspirasi yang benar, ke orang yang benar—agar solusi tidak nyasar.
Muhibbah yang Ingin Mendekatkan
Kegiatan Muhibbah Ramadhan ini bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah daerah ingin lebih dekat dengan masyarakat, membangun komunikasi dua arah, sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan warga.
Di sisi lain, warga pun tampak menikmati momen tersebut. Selain bisa menyampaikan aspirasi secara langsung, mereka juga bisa memastikan bahwa pejabat daerah memang nyata adanya—bukan sekadar foto profil di media sosial.
Ramadhan kali ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang mendekatkan jarak antara kebijakan dan kenyataan.
Tonton video lengkapnya disini : BUPATI MEMINTA MAAF Jalan Masih Banyak Yang Rusak! Saya Tidak Lupa Dengan Janji Kampanye Saya?











